Home Nasional Serius Tangani Covid-19 Di Pulau Jawa akan Berdampak Nasional

Serius Tangani Covid-19 Di Pulau Jawa akan Berdampak Nasional

Covid-19

SHARE
Serius Tangani Covid-19 Di Pulau Jawa akan Berdampak Nasional

Caption Gambar: Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan situasi terkini Covid-19 di Pulau Jawa di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (1/6/2021). Foto Ilustrasi: Covid-19 (Wikipedia.Org)

Jakartatodaynews.com, JAKARTA - Penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan serius di Pulau Jawa.

Sederet data dan fakta pandemi di tanah Jawa nyatanya berdampak langsung pada perkembangan kasus Covid-19 secara nasional.

Faktanya, Pulau Jawa merupakan pulau terpadat di Indonesia. Populasinya sekitar 145 juta penduduk atau 55% dari total penduduk Indonesia. 

Sehingga keberhasilan penanganan akan sangat mempengaruhi perkembangan kasus secara nasional. 

Satgas Penanganan Covid-19 telah memantau  perkembangan penanganan tingkat provinsi.

Dalam satu minggu terakhir terutama di Pulau Jawa dengan provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Secara umum, sebesar 53% kasus disumbangkan dari Pulau Jawa.

Karenanya para pimpinan daerah di Pulau Jawa harus berkonsolidasi antar wilayah.

Pemda diwajibkan memanfaatkan forum komunikasi antar pimpinan daerah untuk menanganinya bersama. 

"Ini adalah angka yang cukup tinggi. Mengingat hanya dengan 6 provinsi di Pulau Jawa mampu menyumbang lebih dari setengah dari total kasus nasional," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Selasa (1/6/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. 

Secara rincian data, saat ini, terjadi penambahan kasus positif baru sejumlah 48.821 kasus.

Penambahan ini dikontribusikan dari 5 provinsi dengan kenaikan tertinggi. 

Yakni Jawa Barat naik 7.246 kasus, Jawa Tengah naik 5.568 kasus, DKI Jakarta naik 5.324 kasus, Riau naik 4.737 kasus dan Kepulauan Riau naik 2.008 kasus. 

Perhatian lebih harus diberikan oleh pemerintah-pemerintah provinsi di Pulau Jawa.

Karena pulau Jawa yang didominasi kota-kota besar di dan terutama ibukota Indonesia yakni DKI Jakarta berada di Pulau Jawa.

Terlebih lagi, provinsi-provinsi di Pulau Jawa adalah daerah tujuan mudik selama Idul Fitri.

Dengan tujuan terbesar di Jawa Tengah, disusul Jawa Barat dan Jawa Timur.

Pemerintah provinsi di Pulau Jawa harus segera memperbaiki penanganan di wilayahnya.

Karena jika berhasil memperbaiki penanganan dan menurunkan kasus dalam 1 - 2 minggu kedepan, bukan tidak mungkin kasus positif tingkat nasional juga akan turun secara drastis. 

Jika ini terjadi, maka Pulau Jawa menjadi kontributor terbesar dalam menurunkan penurunan kasus, dan itu merupakan prestasi yang sangat baik. 

Karena itulah, perlunya seluruh provinsi di Pulau Jawa perlu melakukan konsolidasi antar wilayah yang tidak hanya dilakukan dalam wilayahnya masing-masing.

Karena penanganan di Pulau Jawa dengan karakteristik yang mirip, perlu ditangani secara bersama-sama agar kebijakan yang diterapkan sejalan. 

"Hal ini dapat menjadi wadah bagi pimpinan daerah pada 6 provinsi ini, untuk bertemu dan bersama-sama merumuskan penanganan terbaik untuk COVID-19 di Pulau Jawa," pesan Wiku. 

(Jakartatodaynews.com)