Home Peristiwa Harusnya Musim Kemarau, Kenapa Masih Terjadi Hujan di Bulan Juni 2021? Ini Penjelasan BMKG

Harusnya Musim Kemarau, Kenapa Masih Terjadi Hujan di Bulan Juni 2021? Ini Penjelasan BMKG

Prakiraan Cuaca

SHARE
Harusnya Musim Kemarau, Kenapa Masih Terjadi Hujan di Bulan Juni 2021? Ini Penjelasan BMKG

Caption Gambar: Kenapa masih ada hujan di bulan Juni 2021? Foto: logo BMKG (Wikipedia)

Jakartatodaynews.com, JAKARTA - Lazimnya saat ini, cuaca di sejumlah wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.

Namun, seringkali hujan turun mengguyur deras di sejumlah wilayah Indonesia, sampai-sampai menimbulkan genangan dan banjir.

Lalu, kenapa masih ada hujan di bulan Juni 2021?

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menjawab perihal kenapa masih ada hujan di bulan Juni 2021.

Pihak BMKG sendiri menjelaskan penyebab masih adanya hujan di bulan Juni 2021 melalui akun Instagramnya @infobmkg.

"WEEKLY WEATHER OUTLOOK EPS. 33 - BULAN JUNI, HUJAN MASIH ADA?

Bulan Juni, lazimnya musim kemarau, namun mengapa di wilayah Indonesia masih banyak hujan? Mau tau alasannya? Simak tayangan berikut.

Informasi selengkapnya dapat diakses di www.bmkg.go.id atau unduh aplikasi Info BMKG di Playstore dan Appstore.

#infoBMKG​​​​​​​​​​​​ #markicuvideo​​​​​​​​​​​​ #04Juni2021pws" tulis akun Instagram @infobmkg dikutip Jakartatodaynews.com, Jumat (4/6/2021).

Lebih lengkapnya, BMKG menjelaskan penyebab hujan di bulan Juni melalui akun YouTubenya di infoBMKG.

Update Prakiraan Cuaca di Wilayah Indonesia dalam Sepekan ke Depan (31 Mei-07 Juni 2021)

Jakartatodaynews.com mengutip artikel bmkg.go.id, BMKG memonitor perkembangan bibit siklon tropis (Sistem Depresi Tropis 04W) yang terdeteksi tumbuh pada tanggal 30 Mei 2021, pukul 07.00 wib) di sekitar Samudera Pasifik Barat daya sebelah Timur-Tenggara Filipina (5.9° LU 133.1°BT).

Kecepatan angin maksimum di sekitar Sistem Depresi Tropis tersebut (Sistem 04W) mencapai 30 knot (56 km/jam), dan tekanan udara minimumnya mencapai 1004 hPa.

Berdasarkan pantauan citra satelit cuaca Himawari-8, teridentifikasi aktifitas awan konvektif yang signifikan dan presisten dalam 6 jam terakhir di sekitar Sistem 04W.

Pergerakan Sistem 04W menunjukkan ke arah Barat hingga Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis.

Hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa terdapat aktifitas Gelombang Kelvin yang cukup aktif di sekitar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua bagian utara,.

Sedangkan Gelombang Rossby Ekuatorial cukup aktif di sekitar wilayah Jawa dan Samudera Pasifik sebelah timur Filipina.

Sementara itu perlambatan dan belokan angin terjadi di beberapa wilayah yang cukup berpengaruh pada pembentukan potensi awan hujan dan dapat menimbulkan potensi hujan intensitas SEDANG-LEBAT di beberapa wilayah.

Berdasarkan analisis terhadap perkembangan fenomena atmosfer di atas, dapat diprediksi adanya Potensi HUJAN SEDANG-LEBAT dapat terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut;

Pada tanggal 31 Mei-01 Juni 2021: Aceh, Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kep.Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Pada tanggal 02-04 Juni 2021 : Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kep.Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Pada tanggal 05-07 Mei 2021 : Aceh, Kep.Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sementara untuk 2 (dua) hari ke depan berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak banjir/bandang dengan kategori WASPADA perlu diwaspadai di wilayah sebagai berikut : Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Papua. (wilayah terdampak dengan Skala Kabupaten-Kecamatan dapat diakses di laman web https://signature.bmkg.go.id/)

Prakiraan Tinggi Gelombang (31 Mei - 07 Juni 2021)

Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 meter (Moderate Sea) : Teluk Lampung bagian selatan, Laut SawuSelat Ombai, Selat Karimata bagian selatan, Perairan utara P. Jawa hingga Kep. Kangean, Laut Jawa, Perairan selatan Kalimantan, Perairan selatan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Lombok bagian utara, Perairan Kep. Selayar, Teluk Bone bagian selatan, Laut Flores, Perairan Baubau, Teluk Tolo, Perairan selatan Kep. Banggai - Kep. Sula, Laut Maluku, Perairan Bitung - Likupang, Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Laut Seram Laut Halmahera, Perairan Misool - Sorong bagian selatan, Perairan Fakfak - Kaimana, Perairan Amamapare, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) : Selat Malaka bagian utara,Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh hingga Mentawai, Perairan Bengkulu, Selat Sunda bagian barat, Perairan selatan Jawa hingga Sumba Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Selat Bali - Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan Perairan selatan P. Sawu - P. Rotte - Kupang, Perairan Wakatobi, Perairan selatan P. Buru - Ambon - P. SeramLaut Banda, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei - Kep. AruLaut Arafuru.

Tinggi Gelombang 4.0 - 6.0 meter (Very Rough Sea) : Samudera Hindia barat Sumatra.

Rekomendasi

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada Periode sepekan kedepan (hujan secara sporadis, lebat dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es), hal ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi;

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:

http://www.bmkg.go.id;

follow media sosial @infoBMKG;

aplikasi iOS dan android "Info BMKG";

atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

(Jakartatodaynews.com/bmkg.go.id/Deputi Bidang Meteorologi/Guswanto)

Video Terkait: